June 16, 2013

Article: Pentingnya Fleksibilitas Kerja, SOHO Jadi Solusi?

Fleksibilitas pekerjaan, termasuk kebebasan lokasi dan jam kerja jadi kunci utama untuk keseimbangan hidup. Hal ini diungkapkan Regus International melalui penelitian Regus Work-Life Balance Index 2012 dengan mensurvei lebih dari 26.000 pelaku bisnis di lebih dari 90 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor fleksibilitas kerja lebih penting untuk keseimbangan hidup daripada jam kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74 persen pengusaha lebih menikmati pekerjaan mereka sekarang dibandingkan tahun sebelumnya sementara karyawan hanya 66 persen. Yang membedakan adalah pengusaha bisa mengambil keputusan dimana, kapan, dan berapa lama mereka bekerja. Harusnya perusahaan menyadari ini dan menawarkan pilihan pada karyawannya yang bukan bertugas di frontliner.

Kebebasan memilih lokasi kerja sangat membantu mengurangi stres dan menghemat waktu bagi karyawan di kota-kota besar. Waktu yang digunakan di jalan bisa dipakai untuk bekerja lebih efektif dan melakukan aktivitas lainnya.

Sebanyak 72 persen perusahaan di seluruh dunia mengatakan bahwa fleksibilitas kerja meningkatkan produktivitas sehingga tentunya keuntungan yang didapat berlipat. Namun masih banyak tempat bekerja yang lebih mengutamakan kehadiran daripada produktivitas. Mereka belum bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi kini yang memungkinkan karyawan tidak harus bekerja dari kantor. Sedangkan kehadiran bukan berarti akan meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan. Mudah-mudahan tempat saya bekerja juga akan mengerti ini :) .

Disebutkan bahwa pekerja Generasi X (lahir pada 1956-1980) dan pekerja Generasi Y (lahir pada 1980-an) memiliki keseimbangan hidup lebih baik daripada generasi baby boomers karena mereka lebih dapat memilih fleksibilitas kerja. Dengan tersedianya gadget yang semakin pintar membantu karyawan untuk dapat melakukan pekerjaan dari mana saja. Namun perlu dipastikan bahwa gadget yang aktif 24 jam tidak akan mengganggu kehidupan pribadi. 

Semakin murahnya teknologi dan semakin pintarnya gadget yang diciptakan sebenarnya membuka peluang bagi pengusaha pemula. Jika dulu menjalankan perusahaan butuh modal besar kini cukup dengan beberapa perangkat komputer dan jaringan internet siapapun bisa berbisnis. Perusahaan properti pun menangkap pasar ini dengan membangun konsep hunian dalam bentuk apartemen sekaligus kantor yang disebut Small Office Home Office (SOHO) atau Rukancil (Rumah Kantor Kecil).

Tapi siapapun bisa mendesain konsep SOHO di rumahnya yang ada dengan sederhana tanpa perlu membeli hunian SOHO baru. Beberapa hal yang harus dipikirkan adalah:
  • Pakai ruangan yang agak terpisah dengan keramaian di rumah Anda. Meskipun kerja di rumah tetap butuh ketenangan dari segala aktivitas rumah.  
  • Make your room comfortable. Buat senyaman mungkin misalnya hias dengan barang-barang yang memiliki kenangan khusus dan kata-kata motivasi.  
  • Kalau bisnis Anda mengharuskan bertemu klien, pisahkan antara ruang untuk menerima klien dan ruang untuk Anda bekerja.
  • Tentukan target dan disiplin. Ini supaya gak males-malesan karena suasana kerja di rumah yang lebih nyantai. Harus tetap ada tujuan yang dapat diukur. 
  • Komunikasikan dengan keluarga bahwa Anda bekerja di rumah agar mereka juga tahu jadwal Anda di rumah tidak cuma untuk santai.

Saya sebenernya sudah merencanakan ini sejak lama. Tapi belum kesampaian karena ruang yang ada sudah terpakai. Tidak perlu ruang ukuran besar tapi cukup untuk perangkat komputer, rak-rak buku, kabinet, dan meja untuk do-it-yourself project dan pastinya keluarga yang mendukung. Saya jadinya ga perlu bermacet-macet dan berpanas-panas tapi tetep menghasilkan. Dan kalau sudah punya keluarga nanti tetep bisa sering ketemu #haiyahhh :p. Please remind, love your job but don’t love your company.


Mudah-mudahan nanti bisa nemu rumah yang bisa dijadikan kantor, jadi harus giat nabung dan mencari. Ga perlu yang besar asal strategis dan nyaman. Berikut beberapa desain SOHO yang mudah-mudahan bisa jadi inspirasi. 

www.davinong.com

Suasananya romantis, cozy dan girly dengan wallpaper motif bunga dan pilihan kursi yang feminim. Meja bundarnya bisa untuk DIY project dan kerjaan yang butuh space meja cukup besar.   










www.wicohome.org






Ini salah satu contoh lagi penggunaan wallpaper yang bisa kasih efek ruangan lebih ceria. 



















Minimalis dengan warna-warna putih dan cerah ga butuh banyak tempat dan  menghadap jendela jadi ga butuh lampu di siang hari. Lagi-lagi saya terpikat dengan motif kursinya meskipun kelihatannya ga nyaman. 












 
www.iyume.com 






Desain ini lebih minimalis lagi dan menghemat  tempat. Pojokan rumah yang kosong bisa disulap jadi tempat kerja dengan furnitur yang customized.  













justordinarydayofmi.blogspot.com








Nah desain yang ini khusus untuk pasangan yang kerja di rumah. Dulu saya pernah punya impian buat tempat kerja di rumah untuk berdua secara dia juga lebih seneng kerja di rumah. Tapi well impian bener-bener tinggal impian sekarang. 












Desain ini butuh ruang lebih luas tapi juga ga terlalu besar. Di atas bisa dipajang foto keluarga dan buku, dinding dimanfaatkan untuk nempel jadwal dan rancangan desain, rak kecil di bawahnya bisa untuk pajang karakter anime dan superhero favorit dia. Dua meja kerja berdampingan biarpun kerja bareng tapi tetep punya space masing-masing. Satu-satunya yang kurang pas kursinya kelihatan ga nyaman. 

www.adoreyourplace.com










Contoh pemanfaatan pojok rumah untuk ruang kerja dua orang.  
















www.twistmyarmoire.com




Lampu kristalnya terlalu mewah tapi nuansa putihnya cerah dan posisi meja kerja yang berhadapan untuk dua orang. Rak-rak tinggi hingga ke plafon bisa untuk menyimpan banyak barang.  

0 Comments:

Post a Comment