December 5, 2016

Travel: Farm House untuk Selfie Addict

Bandung memang terus bergeliat menawarkan tempat-tempat wisata baru, salah satunya adalah Farmhouse di kawasan Lembang. Farm House masih terbilang cukup baru dan pengunjung yang membludak saat awal dibuka mengurungkan niat saya untuk datang ke sini. Lebih baik menunggu sampai hype-nya berkurang. Kesempatan datang ketika harus riset lapangan objek wisata di Bandung untuk wisatawan asing khususnya Malaysia, pada akhir Juli 2016 lalu. 

Rumah yang di dalamnya toko baju dan merchandise
Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini selain foto dan tentunya belanja, karena sepertinya memang Farm House bertujuan menangkap kedua tren ini saja. Areanya tidak begitu luas namun penataan eksterior dan interior gaya pedesaan Eropa yang sangat mendominasi membuat pengunjung terutama Asia tertarik menyambanginya. Tidak ada satupun pengunjung bule yang saya lihat di sini. 

Penampakan dalam toko baju dan merchandise
Sebenarnya konsep Farmhouse yaitu menjual produk lokal yaitu Susu Lembang. Tapi kunci pemasaran sekarang yang dipengaruhi media sosial membuat si pemilik membangun berbagai icon unik dan indah yang sangat instagramable. Misalnya saja Rumah Hobbit, desa suku Indian, peternakan ala Eropa, Gembok Cinta dan penyewaan baju tradisional Belanda.

Jangan buang tiket masuknya karena bisa ditukar dengan segelas Susu Lembang
 
Deretan selai buatan rumah dari buah asli

Sebenernya ini sederhana banget konsepnya, ngasi makan burung. Mungkin buat yang ga pernah punya peliharaan perlulah diajak ngasi makan burung sekali-kali :). 

Toko-tokonya pun dihias dengan menarik dan artistik.

Di spot ini pengunjung bisa foto pakai kostum Indian

Toko juice bar di siang hari yang terik

Toko selai yang didesain ala dapur Eropa

Toko merchandise

Nah ini baju tradisional ala Belanda yang bisa disewa

Tim riset komik Bandung

Secara keseluruhan plusnya Farm House, surga bagi para selfie & wefie mania, European oriented dan Hobbit addict. Minusnya, harga makanan dan minuman lumayan mahal dan kebanyakan hanya European/Western cuisine, tidak begitu banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Intinya ini untuk yang suka wisata cantik dan jalan-jalan santai.

0 Comments:

Post a Comment